Catatanku di Maya

Archive for March, 2010

Langitpun Kan Memuja

Mengejar cinta manusia
hanya ‘kan timbulkan nista

Mengejar cintaNya
malah kan jadi permata

tanpa harus tebarkan pesona
segenap mahluk kan mencinta
jangankan yang di bumi, yang di langitpun kan memuja …

Bahkan…Dia ‘kan jadi Penjaminnya…
tiada ragu… tiada dusta …

***

Terkadang jiwa ini disibukkan dengan mengejar cinta manusia, selalu dan senantiasa… meski derita dan kecewa menyapa… Tidakkah kita merasa nista karenanya??

Namun, jika yang kita kejar adalah cintaNya… Dia kan jadi Penjaminnya tentang apa yang terbaik untuknya…

Segenap mahluk kan mencinta, jangan yang di bumi, yang di langitpun kan memuja…

Sungguh … ingatlah selalu… bahwasanya:

bila memang itu adalah rizkimu, …. tak akan lari gunung dikejar …

perbaikilah dirimu, … sehingga Dia kan memberikan yang terbaik pula untukmu…

Meski Kuingin

Rose,
kutak ingin kau tanggalkan kelopakmu
luruh ke bumi satu per satu
karena kutak bisa memunguti itu
meski kuingin merangkaimu, menjadi bunga terindah di hatiku

Rose,
kutak ingin kau berduka
karena kutak bisa tuk menghapusnya
meski kuingin melakukannya dengan sepenuh rasa

Rose,
jaga rangkaian kelopakmu
meski hujan menerpamu
meski badai menerjangmu
meski sunyi menderamu
karena kutak bisa merawatmu
meski kuingin kau tumbuh indah di taman hatiku

Rose,
mintalah padaNya
tuk menghalau semua nestapa
mendekatlah padaNya
tuk menggapai damai di jiwa
karena kutak bisa selalu bersama
meski kuingin berada di sana dalam suka dan duka

Rose,
meski kuingin melakukan semua,
namun kutak bisa….

***

Kecewa

Ketika biasa itu telah kau torehkan pada jiwa

Ketika sebuah bilik mungil telah tersedia untukmu di sana

dan ketika rasa itu telah kubagikan padamu sebagiannya…

kau pun berlalu tanpa menimbang rasa …

kini…

akupun hanya bisa memandangmu dengan penuh kecewa…

tertunduk diri ini di tengah duka yang tercipta,

… sungguh …

betapa selama ini, aku telah bermain dengan rasa …

***

Berhati-hatilah dalam bermain rasa, agar kecewa itu tak datang menghampiri jiwa…

Akulah Putri Itu…

Akulah putri itu
demikian mereka menyebutku
dan akupun menyebut diriku

seorang putri di menara gading sendu
maya dan sepi adalah temanku
yang setia mendampingiku

Akulah putri itu
mereka pernah berkata demikian padaku
tak sepantasnya air mataku
terbuang saja begitu
karena ia adalah permataku

Akulah putri itu
tanpa seorangpun tahu sedihku
karena terkembang selalu senyumku
meski di balik kelabu

Akulah putri itu
apa yang bisa membawaku
terbebas dari belenggu?

dan akulah putri itu
di lubuk hatiku…

***

Seorang putri di lubuk hati … yang berteman dengan sepi… mengawankan asa sendiri di menara kesenduan hati…

Apa yang bisa membebaskannya dari semua ini?

Biarkan Penaku Menari …

Biarkan penaku menari
saat kabut itu melingkupi
saat matahari enggan tersenyum pada diri
saat ceriaku bersembunyi dari hari

Biarkan penaku menari
kan kuurai jeritan hati
mengalirkan kata-kata dari jiwa sunyi
dan merangkainya menjadi lembaran-lembaran puisi

Biarkan pilu itu terkadang menghampiri
karena dengannyalah, penaku ini dapat menari…..
***

…kala sendu menghampiri diri…

entah mengapa … kata-kata indah itu kan selalu mengalir dari bilik jiwa… menarikan pena hatiku dan jari jemari ini tuk menguntai mutiara hati…

dan entah mengapa pula… tak kan bisa kurangkaikan kalimat jiwa seindah ini… di dalam ceria …
kunikmati semua ini ‘tuk renungi dan memaknai arti hidup dan kehidupan jiwa …

Aku Masih Ingin Menari

Tahukah kamu, Rose…
walau mendung itu perlahan berarak pergi
dan walau sendu berangsur lari
aku masih ingin menari…
karena aku menikmati tarian ini

hei, Rose…
tidakkah kau lihat,
betapa indah tarianku
betapa dalam beberapa hari
aku senang menyendiri di kebun ini
untuk kembali belajar menari ?

Rose …
kenapa kau diam membisu?
aku tahu…
kau pasti terpukau akan tarianku
sehingga lidahmu terasa kelu
tuk merangkai untaian kata biru

tak apalah Rose…
mungkin belum waktumu
tapi aku kan selalu menantimu
tuk menari bersamaku
dengan dentingan melodi dan harmoni kalbu…

***

Entah sampai kapan asa ini kan kekal tergantang di sana … Akupun tak tahu … sungguh lelah hati ini menyergapku …

Stay With Me

please stay with me

temani aku tuk belajar terbang kembali
aku belum temukan semangat itu dari diri…
meski aku sangat ingin bangkit sendiri…
walau terasa lunglai sayapku ini
tuk bisa kembali terbang seperti dulu lagi…

kenapa mesti kamu??
sekali lagi jangan kau tanya kenapa padaku…
aku juga tak tahu…

please stay with me
though just for a while
’till i can fly by my self
to the sky…
and dancing there
with my beautiful wings…
and want to tell you
how beautiful our life is…

***

Pernahkah mengalami keterpurukan?? Enyahnya semangat dalam diri?? Ingin bangkit, namun sungguh lunglai terasa…

Terkadang kita membutuhkan semangat itu dari orang lain… Entah untaian kalimat lembutnya, entah kebersamaannya, pun entah jiwanya …

Sudah selayaknya kita segera bangkit dari keterpurukan diri… dan sungguh semangat terbesar yang kan bisa menuntun tuk kembali terbang adalah… semangat dari dalam diri …

Dan terbanglah tuk melihat indahnya dunia… Kemudian kabarkan padaku apa yang telah kau lihat di sana …

***

Kaulah Mawar Berduri Itu

Kaulah mawar berduri itu

yang siap melukai

siapapun yang mencoba memetikmu

membayangkan tuk menikmati keindahanmu

merasai harum pesonamu

sungguh …. kaulah mawar berduri itu

dan akupun hanya bisa memandangimu di kejauhan sana

hingga kuberlalu

sambil mengenang

… bahwasanya dulu …

jariku pernah tertusuk oleh durimu…

***

Rose, …

Tumbuhlah dengan nyaman di kebunku ini … Nikmatilah hidupmu di sini… Tersenyumlah pada para pengelana yang menyinggahi… Tebarkan aroma semerbak mewangi… Uraikan nuansa damai di nurani…

Rose, …

Hanya satu permintaanku,

Jangan jadi mawar berduri di sana … sehingga tak kan melukai setiap pasang mata yang mengagumi  … sehingga tak kan menorehkan luka di setiap hati yang mencoba menyelami …

Sungguh, meski waktu telah mengikis luka di raga, namun jejaknya masih sangat kentara di  jiwa …

” A red rose will always be beautiful in my heart, so… don’t be a thorny red rose over there …”

Berlalu

Berlalu…
ditelan waktu
bersama bisu
dibelenggu beku
membawa pilu
tertancap sembilu

terhempas
tercampakkan
terabaikan
terlupakan

berlalu…
ditelan waktu
tergantikan yang baru …

***

Rose, tahukah kamu? Ada kenangan yang buruk dalam hidup itu.  Ingin rasanya keluar dari belenggu bayangan yang menghantu…

Sakit… pedih… perih …

Beritahukan padaku apakah obat kecewa itu…

Ataukah waktu yang kan mengikis nyeri sembilu yang dirasa?

Rose, ketahuilah… Banyak pilihan yang disediakan olehNya di dunia ini… Pilihlah yang terbaik… Tak mesti terpaku pada satu sosok.

Tak ada paksaan dalam hidup ini, dan hidup ini adalah suatu pilihan yang siap tuk dipertanggungjawabkan…

Tak ada paksaan dalam hidup ini, walau kadang … paksaan itu tercipta karena suatu keadaan…

Pahamkah kamu, Rose?

Sepi …

Sepi …
mengapa kau hadir
menyergapku di sini
di sela hari-hari
dalam keterasingan diri?

Sepi …
mengapa selalu membuka celah
dalam setiap jiwa yang lelah
hingga membuat diri kalah
diliputi rasa bersalah?

dan sepi …
tolong jangan hampiri diriku lagi….

***

Pernahkah terbelenggu dalam sepi… terpisah dari hingar bingar duniawi… ??
Sungguh … sepi begitu menyiksa, ingin berlari … tapi tak kuasa kerana keadaanlah yang memaksa…

Jika suatu saat dia menghampirimu, menyergapmu, membelenggumu, dan kau tak bisa berkutik dari hal itu…

Ketahuilah… Bersabar itu lebih indah…
Jadikan ia temanmu agar nyaman hidupmu,  …memang butuh waktu … namun kau pun kan terbiasa dengan itu…
Jadikan dia temanmu… agar kau dapat lalui hari-harimu… sebagaimana dulu…
Jadikan dia temanmu…
karena sungguh, ….
akupun pernah merasakan sepi itu …
dan kunikmati sensasi nuansanya di sepanjang hari-hariku …
… dia masih setia menemaniku … hingga tiba waktu dia kan berlalu…
sambil tersenyum … kuberbisik…
” Dan sepi… , tolong jangan hampiri diriku lagi… “