Catatanku di Maya

ajari aku tuk mencintaimu

agar duka itu tak selalu menyapaku

agar nestapa itu tak selalu menyertaiku

agar pilu itu tak selalu memelukku


ajari aku tuk mencintaimu

meski susah sungguh aku memaknaimu

meski jatuh bangun jiwaku mengejarmu

meski beribu gundah rinduku menelusurimu


mengapa selalu sembilu itu musti tertoreh di hatiku

hanya karena aku …

… mencintaimu

***

– untuk sebuah rasa yang telah kuhempaskan ke jurang kebencianku –

Menghapus

menghapus jejak dan bayangmu

dari belantara hatiku

meski kutahu

enggan itu serasa menggayutiku

dan kuhanya bisa mengenangmu

dalam bait puisiku

di sini… di catatan jiwaku…

***

– meski kuharus, namun masih terasa berat melakukan semua itu … –

Menantimu

Menantimu

hadirmu

senyummu

hangatmu


Menantimu

di sudut taman hatiku

di tepian waktuku

di batas kesabaranku


Menantimu

dalam bisu

dalam beku

dalam sendu


Menantimu

Selalu…

Tuk bawakan sekuntum mawar merah itu

untukku …

***

– kan menanti dia jadi indah pada waktunya, selalu … –

Duka Itu Kamu

duka itu kamu

semburatkan pilu di rasaku

tebarkan empedu di jiwaku

torehkan sembilu di hatiku

duka itu kamu

menyelinap di dalam jiwa yang resah

merayap di sepanjang lorong hati yang gundah

meratap di sepenuh ruangan rasa bersalah

termenung…

merenung…

hingga butiran permata

menetes satu per satu di hamparan pualam jiwa

selalu terlontar tanya dari lubuk jiwaku

mengapa selalu dan selalu

… duka itu kamu

***

– dan hujan deras di bulan itu selalu mengingatkanku padamu –

Engkaulah Puisiku

engkaulah puisiku

tarikan pena hatiku

alirkan untaian kata indahku

tuangkan rasa di jiwaku

engkaulah puisiku

merahkan kelopakku

mewahkan wangiku

indahkan pesonaku

engkaulah puisiku

sebabkan ada di sini … aku


***

– untuk sebuah ide yang menjadi nafas Diary Rose –

Pada …

pada pemandangan yang kulihat…
pada langit yang kutatap…
pada angin yang menerpa…
pada mentari yang menyapa…


kusenang bermain asa
melambungkan jiwa
ke sana…

***

seringnya… saat menempuh perjalanan darat jarak jauh, aku suka menggunakan waktuku untuk melihat pemandangan di luar kendaraan… jarang sekali aku tertidur, hingga sampai di tujuan…

sambil aku mencoba bermain asa dan angan… memikirkan hidup dan melihat tingkah polah kehidupan di luar sana …

Rain

Suara guruh itu
sudah lama kurindu…

kini dia datang menyapaku

lalu … rintik-rintik itu
mulai terdengar merdu di telingaku

harum tanah basah tercium sudah

petir itu menggelegar
menambah rasa di senja datar
entah mengapa aku merasa segar
tak lagi sendu itu menampar
kala hujan menghantar

aahh … Rabbi…
damai di hati…
terimakasih… kuucapkan dari lubuk hati …

***

– untuk hujan di pagi ini… terimakasih ya Rabbii … –