Catatanku di Maya

Posts tagged ‘duka’

Dia yang Terpilih

dia yang terpilih

menyentuh hati

membuai rasa

membelai angan … di jiwaku


dia yang terpilih

torehkan sembilu

ciptakan duka

bangkitkan gundah … di hatiku


dia yang terpilih

tumpahan emosi

luapan benci

hamparan sakit hati yang menusuk… cintaku


dan … mengapa musti dia yang terpilih?

jangan tanya padaku

sungguh aku tak tahu

karena kelu itu … membungkamku …

***

– untuk yang terpilih –

Duka Itu Kamu

duka itu kamu

semburatkan pilu di rasaku

tebarkan empedu di jiwaku

torehkan sembilu di hatiku

duka itu kamu

menyelinap di dalam jiwa yang resah

merayap di sepanjang lorong hati yang gundah

meratap di sepenuh ruangan rasa bersalah

termenung…

merenung…

hingga butiran permata

menetes satu per satu di hamparan pualam jiwa

selalu terlontar tanya dari lubuk jiwaku

mengapa selalu dan selalu

… duka itu kamu

***

– dan hujan deras di bulan itu selalu mengingatkanku padamu –

Tangisan Terakhir


malam ini, kutumpahkan tangisku karenamu

ku tak sanggup dalam beku itu
dingin membelenggu

kutak sanggup tuk gadaikan di diriku
maluku untukmu

mengemis sayangmu
mengemis rasamu
mengemis hatimu

kuberikan tangisan terakhir ini untukmu

untuk sayangku
untuk rasaku
untuk hatiku

meski ku tak kan sanggup menggapaimu
namun… kan tersimpan rapi di lorong waktuku,

… namamu …  jiwamu…

***

– selamat tinggal duka … –

Meski Kuingin

Rose,
kutak ingin kau tanggalkan kelopakmu
luruh ke bumi satu per satu
karena kutak bisa memunguti itu
meski kuingin merangkaimu, menjadi bunga terindah di hatiku

Rose,
kutak ingin kau berduka
karena kutak bisa tuk menghapusnya
meski kuingin melakukannya dengan sepenuh rasa

Rose,
jaga rangkaian kelopakmu
meski hujan menerpamu
meski badai menerjangmu
meski sunyi menderamu
karena kutak bisa merawatmu
meski kuingin kau tumbuh indah di taman hatiku

Rose,
mintalah padaNya
tuk menghalau semua nestapa
mendekatlah padaNya
tuk menggapai damai di jiwa
karena kutak bisa selalu bersama
meski kuingin berada di sana dalam suka dan duka

Rose,
meski kuingin melakukan semua,
namun kutak bisa….

***

Kecewa

Ketika biasa itu telah kau torehkan pada jiwa

Ketika sebuah bilik mungil telah tersedia untukmu di sana

dan ketika rasa itu telah kubagikan padamu sebagiannya…

kau pun berlalu tanpa menimbang rasa …

kini…

akupun hanya bisa memandangmu dengan penuh kecewa…

tertunduk diri ini di tengah duka yang tercipta,

… sungguh …

betapa selama ini, aku telah bermain dengan rasa …

***

Berhati-hatilah dalam bermain rasa, agar kecewa itu tak datang menghampiri jiwa…