Catatanku di Maya

Posts tagged ‘jiwa’

Tolong Jangan Sapa Aku Lagi, Cinta …

aku tahu semua

kala kau datang menyapa

berbunga hatiku karenanya


aku bisa rasakan semesta

kala kau buai diriku mesra

segenap jiwaku kan melambung tinggi ke sana


namun, tahukah kamu, cinta?

kini aku ada di ujung masa

dengan rasa yang telah tertaut pada sebuah jiwa

tak kan mungkin aku membaginya

karena hanya ‘kan berbuah duka nan lara


tolong , jangan sapa aku lagi, cinta…

karena aku telah jatuh hati padanya …

dan tak ingin ada yang lain setelahnya …

***

– cukuplah ini yang terakhir –

Advertisements

Kutitipkan Cintaku di Hatimu

inilah sepotong cintaku

kutitipkan di hatimu

biarkan ia sesaat waktu

mengembara di buana resahku … gundahmu


inilah sepotong cintaku

kutitipkan di hatimu

sembari kumaknai hakikat itu

atau kupekuri kesalahanku … kekhilafanmu


inilah sepotong cintaku

kutitipkan di hatimu

suatu saat akan kuambil kembali darimu

atau kutinggalkan dia untukmu … rinduku


biarkan dia mengendap di lubuk hatimu

ataukah akan tergerus oleh perjalanan waktu


dan tinggallah nama dan jiwa itu ….

di hatiku … di hatimu …

***

– tolong jaga sepotong cintaku untukmu –

Menghapus

menghapus jejak dan bayangmu

dari belantara hatiku

meski kutahu

enggan itu serasa menggayutiku

dan kuhanya bisa mengenangmu

dalam bait puisiku

di sini… di catatan jiwaku…

***

– meski kuharus, namun masih terasa berat melakukan semua itu … –

Duka Itu Kamu

duka itu kamu

semburatkan pilu di rasaku

tebarkan empedu di jiwaku

torehkan sembilu di hatiku

duka itu kamu

menyelinap di dalam jiwa yang resah

merayap di sepanjang lorong hati yang gundah

meratap di sepenuh ruangan rasa bersalah

termenung…

merenung…

hingga butiran permata

menetes satu per satu di hamparan pualam jiwa

selalu terlontar tanya dari lubuk jiwaku

mengapa selalu dan selalu

… duka itu kamu

***

– dan hujan deras di bulan itu selalu mengingatkanku padamu –

Pada …

pada pemandangan yang kulihat…
pada langit yang kutatap…
pada angin yang menerpa…
pada mentari yang menyapa…


kusenang bermain asa
melambungkan jiwa
ke sana…

***

seringnya… saat menempuh perjalanan darat jarak jauh, aku suka menggunakan waktuku untuk melihat pemandangan di luar kendaraan… jarang sekali aku tertidur, hingga sampai di tujuan…

sambil aku mencoba bermain asa dan angan… memikirkan hidup dan melihat tingkah polah kehidupan di luar sana …

di hujan itu

di hujan itu kita bertemu

di hujan itu kita mencumbu semu

di hujan itu kita memadu rindu


di hujan itu kau torehkan rasa di jiwaku

di hujan itu kau ciptakan beku di hatiku

di hujan itu kau kalungkan belenggu di asaku


dan saat hujan itu berlalu …

kucoba hapus semua tentangmu

bayangmu dan kenangmu


kan kusisakan di rintiknya yang sendu

namamu dan jiwamu


***


-dan biarkan hujan itu berlalu bersama bayangmu-

kelak

meski sesaat waktu

tolong, temaniku di sini

kubutuh semangat itu

meski dari luar diri


kelak jika tiba masanya

sayap ini mengepak mengudara

kukan melesat terbang tinggi ke angkasa

meninggalkanmu jauh di bawah sana


namun, ingatlah selalu
bahwa mawar merah itu

kan selalu indah di hatiku


dan saat itu
aku masih ingin mengunjungimu

di pagimu
di harimu


berkicau di tamanmu
dengan kicauan merduku
ceriaku
harapanku
semangatku
hidupku
jiwaku

sambil kunantikan selalu
kau pun juga bisa terbang sepertiku

kelak … di tepian waktumu …

***

– sebuah catatan usang yang terserak di lorong hatiku-