Catatanku di Maya

Posts tagged ‘kalbu’

Kutinggalkan dia KarenaMU

pekat terasa…
gelap gulita
serasa muka ini penuh jelaga


menggapai jalan
tak tentu arah tujuan


duhai jiwa…
mengapa kau rela bergelimang dosa?
durhaka selalu menyerta
nafsu memperkuat rasa


ku terduduk tak berdaya di hadapanMu

lelah…
lelah yang teramat sangat…

bantulah aku ‘tuk lepaskan belenggu jiwa
tak kan kurasa derita ini,
kecuali karena ulah sendiri…


Wahai Penguasa jiwaku,
tak kan kubisa menggapai cintaMu
bila nafsu melingkup kalbu
tak kan kubisa mendulang rahmatMu
bila diri dan dosa masih bersekutu


nantikan diriku untuk bersamaMu
berikan aku waktu untuk meraih ridhaMu
‘ku akan berusaha segenap jiwaku
‘kan kutinggalkan dia karenaMu…

***
-dan siapkah kamu tuk meninggalkan dia karenaNya?-

dia … kan membuat hatimu menghiba
bila kau masih punya nurani jiwa akanNya
hatimu kan menghiba tuk kembali padaNya
tuk kembali mesra bersamaNya
tak akan bisa Dia dan dia bersatu bersama
oleh karenanya,
tinggalkan dia karenaNya
dialah… hawa nafsu yang menyerta …

Beku …

hati yang beku itu
menghunjam kalbuku

jarum-jarum bekunya
menghujani mimpiku

menggoreskan pedih di bilik jiwaku

apakah ini semua hanya permainanmu nan semu
yang ‘kan berakhir dalam beku?

sungguh beku itu
begitu membelenggu
kutaksanggup dalam bekumu

dingin ini hampir membunuhku

jika ini semua hanya permainanmu
sungguh beribu terimakasih kuucapkan padamu
karena telah berhasil menyiksaku
dalam bekumu …

***

tiadakah lisan bertutur tuk menguntai warta?

tiadakah pena menggores kata tuk mengurai dialog jiwa?

sehingga,

sebuah rasa yang tercipta, tak kan kau artikan jauh dari hakikatnya…

( pesan Rose : mari kita jalin komunikasi agar tak timbul salah persepsi … ^^ )

Aku Masih Ingin Menari

Tahukah kamu, Rose…
walau mendung itu perlahan berarak pergi
dan walau sendu berangsur lari
aku masih ingin menari…
karena aku menikmati tarian ini

hei, Rose…
tidakkah kau lihat,
betapa indah tarianku
betapa dalam beberapa hari
aku senang menyendiri di kebun ini
untuk kembali belajar menari ?

Rose …
kenapa kau diam membisu?
aku tahu…
kau pasti terpukau akan tarianku
sehingga lidahmu terasa kelu
tuk merangkai untaian kata biru

tak apalah Rose…
mungkin belum waktumu
tapi aku kan selalu menantimu
tuk menari bersamaku
dengan dentingan melodi dan harmoni kalbu…

***

Entah sampai kapan asa ini kan kekal tergantang di sana … Akupun tak tahu … sungguh lelah hati ini menyergapku …