Catatanku di Maya

Posts tagged ‘rose’

The End

dead rose

The Dead Rose

The end of rose

The End of Diary Rose

di hujan itu

di hujan itu kita bertemu

di hujan itu kita mencumbu semu

di hujan itu kita memadu rindu


di hujan itu kau torehkan rasa di jiwaku

di hujan itu kau ciptakan beku di hatiku

di hujan itu kau kalungkan belenggu di asaku


dan saat hujan itu berlalu …

kucoba hapus semua tentangmu

bayangmu dan kenangmu


kan kusisakan di rintiknya yang sendu

namamu dan jiwamu


***


-dan biarkan hujan itu berlalu bersama bayangmu-

Dengarkan Aku

Rose, dengarkan aku…
entah kenapa aku masih ingin menari untukmu

entah sampai kapan ku tak tahu

apakah sampai bosan menyergapku
karena kau tak kunjung tersenyum padaku

apakah sampai lelah menerpaku
karena tak ada sapamu untukku

atau … apakah sampai namamu
tergerus oleh roda kehidupanku hingga jadi debu
bertaburan di sepanjang lorong waktuku?

akupun tak tahu …

Rose, dengarkan aku …
hanya di sini kubisa berbincang denganmu
merangkai monolog rindu
meskipun kau diam membisu

segala tanya berlarian di benakku
ada apa denganmu?
apakah salahku begitu menggores hatimu
sehingga tak ada sedikitpun ceriamu untukku?

sekali lagi Rose, dengarkan aku …
izinkan aku menari untukmu
meski hanya sementara waktu
entah sampai kapan ku tak tahu

hingga kutitipkan dirimu pada Penguasa jiwaku
agar selalu menjagamu
dan memberi kebaikan untukmu…

Rose, dengarkan aku…

***

hanya mengenang … karena it’s over now …

Meski Kuingin

Rose,
kutak ingin kau tanggalkan kelopakmu
luruh ke bumi satu per satu
karena kutak bisa memunguti itu
meski kuingin merangkaimu, menjadi bunga terindah di hatiku

Rose,
kutak ingin kau berduka
karena kutak bisa tuk menghapusnya
meski kuingin melakukannya dengan sepenuh rasa

Rose,
jaga rangkaian kelopakmu
meski hujan menerpamu
meski badai menerjangmu
meski sunyi menderamu
karena kutak bisa merawatmu
meski kuingin kau tumbuh indah di taman hatiku

Rose,
mintalah padaNya
tuk menghalau semua nestapa
mendekatlah padaNya
tuk menggapai damai di jiwa
karena kutak bisa selalu bersama
meski kuingin berada di sana dalam suka dan duka

Rose,
meski kuingin melakukan semua,
namun kutak bisa….

***

Aku Masih Ingin Menari

Tahukah kamu, Rose…
walau mendung itu perlahan berarak pergi
dan walau sendu berangsur lari
aku masih ingin menari…
karena aku menikmati tarian ini

hei, Rose…
tidakkah kau lihat,
betapa indah tarianku
betapa dalam beberapa hari
aku senang menyendiri di kebun ini
untuk kembali belajar menari ?

Rose …
kenapa kau diam membisu?
aku tahu…
kau pasti terpukau akan tarianku
sehingga lidahmu terasa kelu
tuk merangkai untaian kata biru

tak apalah Rose…
mungkin belum waktumu
tapi aku kan selalu menantimu
tuk menari bersamaku
dengan dentingan melodi dan harmoni kalbu…

***

Entah sampai kapan asa ini kan kekal tergantang di sana … Akupun tak tahu … sungguh lelah hati ini menyergapku …

Maya Itu Semu

Rose,

kini aku ada di maya

kutahu dan kusadar

maya itu semu…

tapi,

tak bolehkah aku ke sana?

tuk mencari …

tuk berbagi …


Rose,

aku ingin melihat dunia

dan berikan semangatmu itu padaku

agar ku tak terpedaya

dan ku tak terlena

karenanya…

***

Maya itu ada karena nyata, dan maya itu bisa jadi nyata… Dari maya kita bisa dapatkan semuanya, hitam… putih… dan abu-abu.

Sungguh … jagalah diri, hati dan rasa masing-masing jiwa, agar tak terpedaya dan terlena olehnya… karena sesungguhnya, tetap maya itu semu, dan nyata itu lebih realistis untuk dijalani….