Catatanku di Maya

Posts tagged ‘sendu’

Menantimu

Menantimu

hadirmu

senyummu

hangatmu


Menantimu

di sudut taman hatiku

di tepian waktuku

di batas kesabaranku


Menantimu

dalam bisu

dalam beku

dalam sendu


Menantimu

Selalu…

Tuk bawakan sekuntum mawar merah itu

untukku …

***

– kan menanti dia jadi indah pada waktunya, selalu … –

di hujan itu

di hujan itu kita bertemu

di hujan itu kita mencumbu semu

di hujan itu kita memadu rindu


di hujan itu kau torehkan rasa di jiwaku

di hujan itu kau ciptakan beku di hatiku

di hujan itu kau kalungkan belenggu di asaku


dan saat hujan itu berlalu …

kucoba hapus semua tentangmu

bayangmu dan kenangmu


kan kusisakan di rintiknya yang sendu

namamu dan jiwamu


***


-dan biarkan hujan itu berlalu bersama bayangmu-

Kurindu Lampauku

Lampauku adalah seorang yang lugu
tanpa tahu menahu dunia semu
yang penuh tipu daya dan hawa nafsu

Lampauku adalah seorang perindu
walau temanku adalah sendu
namun asa selalu ada di hatiku

Lampauku adalah seorang pecinta malamMu
yang selalu bersimpuh di hadapanMu
menangisi segala nistaku padaMu
mengais dan menghiba kasihMu
dan selalu mengharap ampunanMu

Wahai Penguasa jiwaku
sebelum biduk ini menepi entah kapan kutak tahu
pertemukan kembali aku pada lampauku
meski saat ini kuada di kekinianku
agar kelak kubisa menemuiMu
dengan senyuman rindu padaMu
dan Engkaupun ridha padaku …

***

Akulah Putri Itu…

Akulah putri itu
demikian mereka menyebutku
dan akupun menyebut diriku

seorang putri di menara gading sendu
maya dan sepi adalah temanku
yang setia mendampingiku

Akulah putri itu
mereka pernah berkata demikian padaku
tak sepantasnya air mataku
terbuang saja begitu
karena ia adalah permataku

Akulah putri itu
tanpa seorangpun tahu sedihku
karena terkembang selalu senyumku
meski di balik kelabu

Akulah putri itu
apa yang bisa membawaku
terbebas dari belenggu?

dan akulah putri itu
di lubuk hatiku…

***

Seorang putri di lubuk hati … yang berteman dengan sepi… mengawankan asa sendiri di menara kesenduan hati…

Apa yang bisa membebaskannya dari semua ini?

Aku Masih Ingin Menari

Tahukah kamu, Rose…
walau mendung itu perlahan berarak pergi
dan walau sendu berangsur lari
aku masih ingin menari…
karena aku menikmati tarian ini

hei, Rose…
tidakkah kau lihat,
betapa indah tarianku
betapa dalam beberapa hari
aku senang menyendiri di kebun ini
untuk kembali belajar menari ?

Rose …
kenapa kau diam membisu?
aku tahu…
kau pasti terpukau akan tarianku
sehingga lidahmu terasa kelu
tuk merangkai untaian kata biru

tak apalah Rose…
mungkin belum waktumu
tapi aku kan selalu menantimu
tuk menari bersamaku
dengan dentingan melodi dan harmoni kalbu…

***

Entah sampai kapan asa ini kan kekal tergantang di sana … Akupun tak tahu … sungguh lelah hati ini menyergapku …

Sendu

Sendu

terkadang datang begitu

tak kenal waktu

tabu…

Sendu

terkadang aku butuh itu

tuk temukan diriku

merenung di pojok waktu …

Sendu

bagian dari hidupku…

***

Siapa yang tak pernah didera sendu?? Terkadang kau pandang tabu sang sendu, karena akan menghalangi kecerianmu dalam waktu.

Namun sendu adalah bagian hidupmu… warna hidupmu.

Kau akan butuhkan sendu itu, tuk temukan dirimu… saat merenung di sudut waktumu…. sadarkan dirimu akan lalaimu…  akan bodohmu tuk tegar lanjutkan langkah hidupmu.

Sendu… Manfaatkan dia tuk warnai kehidupanmu dan pengendali jiwamu…